Zona Integritas

Zona Integritas

DOKUMEN ZONA INTEGRITAS PENGADILAN NEGERI BLITAR KELAS IB
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 58/KMA/SK/III/2019 Tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM) Pada Mahkamah Agung Dan Badan Peradilan Di Bawahnya

Area I - Manajemen Perubahan

  1. Tim Kerja
    Tim Kerja adalah Tim yang dibentuk untuk melaksanakan proses perubahan melalui Program, Kegiatan dan Inovasi di 6 Area Perubahan (6 Komponen Pengungkit). Tim Kerja akan menjadi motor dalam Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, dengan kegiatan:
    a) Membentuk Tim Kerja dengan tahapan:
        1. Membuat Undangan Pembentukan Tim Kerja
        2. Melaksanakan Rapat Pembentukan Tim Kerja
        3. Penentuan Anggota Tim Kerja harus memiliki Kompetensi, memahami tusi, berdedikasi, tidak bermasalah, tidak pernah melakukan tindak pidana serta pelanggaran kode etik dan disiplin
        4. Pengesahan Tim Kerja dilengkapi dengan data dukung berupa:
            - Undangan Rapat;
            - Dokumen Laporan Pelaksanaan Pembentukan Tim Kerja
            - Riwayat Hidup Anggota Tim
    b) Penentuan Anggota Tim selain pimpinan, dipilih melalui prosedur / mekanisme yang jelas, dengan tahapan:
        1. Pimpinan, Pejabat dan pihak terkait melakukan seleksi untuk membentuk Tim Kerja
        2. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan:
        3. Rapat penentuan Tim Kerja
        4. Penetapan Tim Kerja, dilengkapi dengan data dukung berupa:
            - Berita Acara dan Laporan Pelaksanaan Hasil Seleksi
            - Riwayat Hidup Anggota Tim
            - Notula Rapat
            - SK Tim Kerja
  2. Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas
    Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas adalah Program, Kegiatan dan Inovasi yang akan dilaksanakan dalam melakukan perubahan yang berisi tentang target, waktu dan hasil yang ingin dicapai, disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing, dengan kegiatan:
    a) Membuat dokumen rencana kerja pembangunan ZI, tiap-tiap penanggungjawab yang ditunjuk agar membuat Rencana Aksi (kapan dimulai, berapa lama, target yang akan dicapai), dilengkapi dengan data dukung berupa:
        1. Undangan, absensi serta foto
        2. Dokumen Rencana Aksi
        3. Dokumen Laporan Kegiatan Penyusunan Rencana Aksi
    b) Dalam dokumen pembangunan ZI harus ada target-target prioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan ZI. Target prioritas adalah hasil yang ingin dicapai dalam tiap-tiap kegiatan, Program dan Inovasi yang dilaksanakan dalam rangka mempercepat proses perubahan serta membawa dampak menuju kearah yang lebih baik, dengan cara:
        1. Menentukan target prioritas yang dirasa mudah untuk diraih atau dicapai ditiap komponen perubahan
        2. Penentuan target-target prioritas harus melibatkan seluruh tim kerja
        3. Melaksanakan analisa dan evaluasi pada masing-masing rencana kerja dan rencana aksi yang terlaksana maupun tidak
        4. Membuat SK tentang Rencana Pembangunan Zona Integritas, dilengkapi dengan data dukung berupa:
            - Dokumen rencana aksi yang berisi target prioritas
            - Dokumen laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan target prioritas
            - Keputusan tentang rencana pembangunan ZI dan target prioritas
    c) Proses Pembangunan ZI harus disosialisasikan kepada seluruh personil maupun masyarakat agar tujuan utama meraih WBK/WBBM dapat tercapai, dengan kegigatan sebagai berikut:
        1. Sosialisasi kepada pegawai melalui:
            - Pengarahan saat apel pagi dan rapat staf secara periodik
            - Pendampingan / Pembinaan oleh Mahkamah Agung dan Pengadilan Tingkat Banding terkait program, kegiatan dan inovasi pembangunan ZI
            - Pemasangan Spanduk / Banner di lingkungan kerja
        2. Sosialisasi kepada masyarakat melalui:
            - website
            - media sosial
            - media elektronik / cetak
            - pemasangan spanduk
            - pemasangan banner
        3. Membuat laporan sosialisasi, dilengkapi dengan data dukung:
            - capture website / media sosial, kliping, foto serta majalah
            - Dokumen laporan sosialisasi
  3. Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas
    Kegiatan pemantauan dan monev yang dilaksanakan secara berkala dalam rangka pencapaian target pembangunan ZI pada tiap-tiap komponen, melalui:
    a) Kegiatan pembangunan ZI sudah dilaksanakan sesuai rencana.
        1. Pelaksanaan kegiatan harus melibatkan seluruh anggota tim
        2. Membuat laporan hasil pelaksanaan masing-masing rencana aksi yang telah dilaksanakan
        3. Membuat dokumentasi berupa foto-foto kegiatan.
        Kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung berupa:
        - Dokumen laporan pelaksanaan rencana aksi oleh Tim Kerja
        - Dokumentasi berupa foto kegiatan 
    b) Monitoring dan Evaluasi terhadap pembangunan ZI
        1. Melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi setiap bulan
        2. Membuat Laporan hasil monitoring dan evaluasi setiap bulan
        Kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung berupa:
        - Undangan, Notulen, daftar hadir, foto rapat
        - Dokumen laporan berkala hasil monitoring dan evaluasi setiap bulan
    c) Tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi
        1. Menyusun laporan tindak lanjut atas laporan monitoring dan evaluasi
        Kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung berupa:
        - Dokumen hasil monitoring dan evaluasi serta rekomendasi yang telah ditindak lanjuti
  4. Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja
    Perubahan pola pikir dan budaya kerja adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka merubah pola pikir anggota menuju ke arah yang lebih baik serta mewujudkan budaya kerja di Pengadilan Negeri Blitar Kelas IB sehingga tercipta lingkungan kerja yang benar-benar bebas korupsi dan berkinerja baik, melalui upaya:
    a) Pimpinan serta pejabat struktural di Pengadilan Negeri Blitar Kelas IB harus berperan sebagai Role Model dalam pelaksanaan pembangunan ZI, dengan upaya:
        1. Keteladanan yang ditunjukkan oleh pimpinan akan menjadi panutan bagi bawahannya;
        2. Keteladanan mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan pribadi seseorang;
        3. Keteladanan akan sangat cepat merubah pola pikir bawahan;
        Kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung berupa:
        - Dokumentasi kegiatan kerjasama, kegiatan sinergitas, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat;
        - press release yang dilakukan oleh pimpinan / pejabat struktural;
        - Absensi pimpinan dan pejabat struktural;
        - Foto-foto / dokumentasi pimpinan / pejabat struktural sebagai pembina upacara;
    b) Agen Perubahan harus sudah ditetapkan dengan cara:
        1. Membuat undangan penetapan agen perubahan;
        2. Melaksanakan rapat penetapan agen perubahan;
        3. Penentuan agen perubahan harus menjadi contoh bagi pegawai lainnya, memiliki kompetensi, memahami tusi, berdedikasi, tidak pernah melakukan tindak pidana serta pelanggaran kode etik dan perilaku;
        4. Pengesahan agen perubahan;
        Kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung berupa:
        - Undangan rapat;
        - Dokumen laporan pelaksanaan penetapan agen perubahan;
        - Riwayat hidup dan rekam jejak agen perubahan;
    c) Telah dibangun budaya kerja dan pola pikir
    d)x

Area II - Penataan Tatalaksana

Area III - Penataan Manajemen SDM

Area IV - Penguatan Akuntabilitas Kinerja

Area V - Penguatan Pengawasan

Area VI - Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik